Musik

Lokakarya 2014 - Program Kerja Dept. Musik

Daftar Pelayan Departemen Musik

  • Daftar Pelayan Jemaat dapat dilihatĀ disini.
  • Jadwal Ambil Bagian Pelayanan dapat dilihatĀ disini.

Tempat Musik dalam Kebaktian

Musik dapat menjadi suatu kuasa yang besar untuk kebaikan, namun kita tidak menjadikan musik menjadi yang paling utama dari kebaktian. Menyanyi itu umumnya dilakukan dari gerakan hati atau untuk menghadapi persoalan-persoalan khusus, dan di waktu-waktu yang lain orang yang menyanyi tetap membuat kesalahan besar.dan musik kehilangan efeknya yang tepat terhadap pikiran orang-orang yang hadir. Musik haruslah memiliki keindahan, dihayati dan memiliki kuasa. Biarlah suara-suara diangkat dalam lagu pujian dan kesetiaan. Jika boleh, cari instrumen musik, dan biarlah pujian yang agung terangkat kepada Allah, suatu persembahan yang berterima." Testimonies, Jilid 4, halaman 71.

Menyanyi dengan Semangat dan Pengertian

Dalam usaha mereka menjangkau orang-orang, para utusan Tuhan janganlah mengikuti cara-cara dunia. Di kebaktian-kebaktian yang dibuat, mereka jangan bergantung pada para penyanyi dunia dan pertunjukan teatris untuk membangkitkan minat. Bagaimana bisa mereka yang tidak memiliki minat pada firman Allah, yang tidak pernah membaca firman-Nya dengan kerinduan hati untuk memahami kebenarannya, diharapkan untuk menyanyi dengan semangat dan pengertian? Bagaimana mungkin hati mereka selaras dengan kata-kata dari lagu yang suci? Bagaimana mungkin penyanyi surga bergabung dalam musik yang hanya sekadar rupa?...

Dalam kebaktian-kebaktian yang dilakukan biarlah beberapa orang dipilih untuk mengambil bagian dalam pelayanan lagu. Dan biarlah nyayian digabungkan dengan instrumen musik yang dimainkan dengan terampil. Kita tidak menentang penggunaan instrumen musik dalam pekerjaan kita. Hal tersebut harus dipimpin dengan hati-hati, karena itu adalah pujian kepada Allah dalam lagu.

"Nyanyian tidak selalu harus dilakukan oleh beberapa orang. Sesering mungkin, biarlah seluruh hadirin ikut menyanyi." Testimonies, Jilid 9, halaman 143, 144

Memilih Pemimpin Paduan Suara

Perhatian besar harus diberikan dalam memilih pemimpin paduan suara atau mereka yang bertanggung jawab terhadap musik di dalam kebaktian jemaat. Hanya mereka yang dikenal penuh penyerahan yang harus dipilih untuk bagian tugas ini. Kerugian yang tak terkatakan bisa terjadi oleh memilih pemimpin yang tidak berserah. Janganlah memilih orang-orang yang kurang pertimbangan dalam menyeleksi musik yang tepat dan cocok untuk perbaktian kepada Allah. Musik sekular atau yang sifatnya diragukan dan dipertanyakan tidak boleh diperkenankan dalam kebaktian kita.

Pemimpin paduan suara harus bekerja sama secara erat dengan pendeta atau ketua jemaat agar pemilihan lagu istimewa serasi dengan tema khotbah. Pemimpin paduan suara itu berada di bawah arahan pendeta atau ketua jemaat dan tidak boleh bekerja sesuai kemauan mereka sendiri. Pemimpin paduan suara harus meminta nasihat pendeta dan ketua, bukan hanya soal lagu yang dibawakan, tetapi juga tentang pemilihan penyanyi dan pemain musik. Pemimpin paduan suara bukan anggota ex officio majelis jemaat.

Para Pemain Musik Gereja

Musik yang kudus adalah suatu bagian penting dari kebaktian umum. Jemaat perlu berhati-hati dalam memilih anggota paduan suara dan para musisi yang akan menggambarkan dengan benar prinsip-prinsip kebenaran. Para anggota paduan suara dan musisi lainnya menduduki suatu tempat yang sangat mencolok dalam kebaktian jemaat. Kesanggupan musik mereka hanya merupakan salah satu syarat yang harus mereka miliki. Lebih baik bila mereka adalah anggota jemaat, atau anggota Sekolah Sabat, atau Perkumpulan Pemuda Advent, dan dalam penampilan pribadi cara berpakaian mereka menjadi contoh kesederhanaan dan kepantasan. Orang-orang yang berserah dengan tabiat yang boleh diteladani, berpakaian pantas, memberikan suatu pengaruh positif bila mereka terlibat dalam musik dalam perbaktian. Setiap rencana mengenai pemakaian jubah paduan suara itu merupakan pilihan jemaat.

Jemaat-jemaat mungkin memilih banyak paduan suara. Pembentukan paduan suara anak-anak harus didorong sebagai suatu cara yang efektif untuk pembinaan rohani, mengikat keluarga jemaat, dan jangkauan keluar.

Sumber Referensi


Peraturan Jemaat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Revisi 2005, Edisi ke-17; Pengalih bahasa Edison Takasanakeng; Bandung: Indonesia Publishing House, 2006
Comments